Sunday, February 5, 2012

Anehnya Indonesiaku Chapter 1


Pagi itu, Genta menggeliat di tempat tidurnya sebentar, dan memebuka matanya. Terlihat jarum jam menunujukkan angka 5 tepat. Bergegaslah dia mengambil sepeda bututnya untuk membeli sarapan.

“Mau kemana, cah bagus?” ujar Pak Hasan yang tak lain Ayah dari Genta. Genta adalah anak dari Pak Hasan dan Bu Ayu. Ibu Genta sudah meninggal sejak dua tahun lalu akibat tubuh beliau digeroti oleh kanker yang ganas.


“Oala, Bapak ini buat Genta kaget saja. Seperti biasa, pak. Membeli sarapan untuk kita”

“Hati-hati, nak. Setelah sarapan nanti, bergegaslah kamu mandi dan mencari pekerjaan. Masa lulusan fakultas management tak memepunyai pekerjaan tetap?”

“Baik, pak” jawab Genta dengan tersenyum

Genta terus mengayuh sepedanya. Sesampainya di pasar, Genta segera mencari warteg dan membeli makanan. Dia memilih nasi uduk untuk sarapan dan sayur bayam, tempe goreng dan sambal untuk lauk makan siang Pak Hasan nanti ketika ia pergi nanti. Tujuh belas ribu rupiah semuanya. Yah lumayan, Ta. Masih bisa makan walau cuma makanan kampung gumam Genta dalam hati.

Di tengah perjalanan pulang, Genta bertemu dengan Osa. Osa adalah seorang gadis yang sepermainan dengan Genta yang kerjaannya hanya menunggu undian dari TV atau Radio karena juga tidak mempunyai pekerjaan tetap sama halnya seperti Genta.

“Bang Genta!” panggil Osa

“Eh, Osa. Mau kemana?”

“Ini, Bang. Radioku rusak. Padahal, nanti siang undian berhadiah. Hadiahnya uang tunai sebesar lima juta rupiah. Lumayan, buat tambah uang belanja”

“Ya sudah sana. Aku pulang dulu. Kasihan Bapakku, sudah menunggu daritadi”

Sesampainya di rumah, Genta segera menyandarkan sepedanya didepan teras rumahnya. Dia segera masuk, dan sarapan bersama Pak Hasan. Sesudah sarapan, Genta bergegas mandi, dan mencari pekerjaan.

“Pak, Genta pergi dulu. Di meja makan, sudah saya siapkan nasi beserta lauk pauk untuk makan siang Bapak nanti” jelas Genta

“Iya, cah bagus. Sudah sana cari kerja. Hati-hati ya nak ya”

Setelah diberi wejangan oleh Pak Hasan, Genta segera pergi kembali dengan sepeda bututnya untuk mencari kerja. Dia melewati gang gang tikus untuk segera mencapai kota. Saat sampai di cakruk gang kenanga, dia bertemu dengan Kang Tarto. Kang Tarto sebenarnya seorang Sarjana Pendidikan. Namun, dia malas mencari pekerjaan. Dan sekarang, Kang Tarto hanya nongkrong bersama preman kampung sambil bermain kartu gaple.

“Permisi, Kang” ucap Genta sembari melewati cakruk

“Genta, berhenti kamu!” seru Kang Tarto

“Ada apa, Kang?”

“Mau kemana kamu? Cari kerja lagi?” gerdik Kang Taro sembari berjalan menuju arah Genta. Genta hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.

“Hah, jaman segini, cari kerja sulit. Mendingan juga nongkrong atau nyopet di pasar. Hasil banyak, hidup tak terkatung-katung” lanjutnya

“Hus! Kang Tarto ngacau kan. Kita mesti cari kerjaan halal, Kang. Memang sulit. Tapi, tidak ada salahnya kita mencobanya”

“Sok suci kamu! Kamu liat wakil kita di pusat sana?” tanya Kang Tarto sinis. Genta hanya mengangkat alisnya.

“Mereka hanya menyalah gunakan kewenangan untuk mengambil uang rakyat! Apa itu perbuatan yang benar? Hah?” desak Kang Tarto. Genta diam seribu bahasa. Benar juga apa kata Kang Tarto. Tapi, mencari pekerjaan yang halal pasti lebih mulia batin Genta.

“Sudahlah, Kang. Genta permisi dulu” pamit Genta.

Diperjalanan, Genta masih terngiang akan ucapan Kang Tarto tadi. Namun, Genta tak menghiraukannya. Dia terus menyusuri gang-gang tikus dan melewati rumah-rumah yang berhimpitan layaknya kardus bekas yang disusun rapi di loteng.

Tiga puluh menit kemudian, Genta sampai di kota. Dia mulai menentukan nasibnya kelak. Dari toko-toko kecil dia masuki. Ijazah kelulusan dari perguruan tinggi di kota pelajar ia tunjukkan. Beraneka cacian dia terima.

Hingga tengah hari, Genta belum mendapatkan pekerjaan. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Genta kembali mengayuh hingga dia sampai di warteg dekat pasar kembang. Tak sengaja, dia melihat seorang anak yang ada didalam keramaian pasar yang berniat untuk mencopet dompet salah seorang wanita tua. Genta mengejar anak itu hingga disebuah tempat asing yang sangat kumuh.

Chapter 2 COMMING SOON ^^

4 comments: