Wednesday, January 4, 2012

Once Again After Crying - 5 (The End) :)

 Author : Kholifian Dzaki R_www.facebook.com/hfz.findmayoga19

Hari sabtu, Shiro pergi ke rumah sakit tempat Fumiko dirawat, setelah menanyakan alamatnya kepada wali kelas 3E. Sampai disana, dia bertemu dengan ibu Fumiko, dan Fumiko sendiri yang terbaring tak sadarkan diri.

“Oh, Shiro-kun kan ? Lama sekali kita tidak bertemu..” kata ibu Fumiko.
Shiro semakin menyesal karena telah melupakan semua kenangan dengan Fumiko. Bahkan, ibu Fumiko masih mengingatnya sampai sekarang.
“Iya, bu. Maaf, saya tidak pernah mengunjungi Fumiko.” Kata Shiro.
“Tidak apa-apa kok.” Ibu Fumiko tersenyum, senyum tulus.

Shiro mengambil kursi, dan duduk disamping ibu Fumiko.

“Fumiko masih belum sadar, bu ?” tanya Shiro.
“Dokter bilang, kecil kemungkinan Fumiko bisa sadarkan diri. Well, ibu menunggunya disini sesering mungkin, berharap keajaiban yang mungkin datang..”

Hening. Shiro diam. Ibu Fumiko juga diam. Suara Elektrokardiograf di pojok ruangan, yang menjadi bukti satu-satunya kalau Fumiko masih hidup, seolah menjadi music background mereka.

“Shiro-kun, ibu mau keluar sebentar. Bisa kau jaga Fumiko untuk sementara ?”
“Oh, iya bu.”
Ibu Fumiko keluar dari ruangan. Shiro duduk disamping ranjang Fumiko, menatap gadis itu dalam-dalam. Sekali lagi, hatinya menangis, mengingat seluruh kelalaian yang sudah dilakukannya.

“Fumiko-chan, today is your birthday. Maaf, maaf aku melupakanmu, maaf aku tidak datang ketika ulang tahunmu. Jujur, aku menyesal, sangat menyesal. Maukah kau memaafkanku ?”
Fumiko diam, tentu saja.
“Bangunlah, Fumiko-chan. Please, wake up now...” kata Shiro. Perlahan, air matanya menetes.

The world is beautiful, even when they’re filled with sadness and tears..” terdengar suara Fumiko. Cukup pelan, tapi masih didengar oleh Shiro.

Tubuh Fumiko yang ada di perpustakaan sekolah, berlahan menghilang seolah dihapus oleh angin yang menerpanya. Sebelum menghilang sepenuhnya, Terlihat kalau Fumiko menangis sambil tersenyum, senyum kebahagiaan.


Tiiiiiiiiiiitt....
Elektrokardiograf itu memunculkan garis lurus, kehilangan detak dari jantung Fumiko.


Ibu Fumiko baru saja masuk, juga sempat mendengar suara Fumiko yang menggema tadi. Ia langsung menangis sejadi-jadinya.

“Fumiko-chan.. Kenapa.. Kenapaaaa ??!!!!” Shiro juga menangis, tangis kehilangan seorang sahabat yang baru 3 hari ditemuinya, dan sekarang sudah pergi untuk selamanya.


“Tak apa, Shiro-kun. Melihatmu yang mengunjungi Fumiko hari ini ketika ulang tahunnya, ibu yakin Fumiko meninggal tanpa penyesalan.”
Shiro melihat ke langit melalui jendela. Disana, seolah tergambar wajah Fumiko yang sedang tersenyum, senyum terakhir yang cuma bisa dilihat oleh Shiro.


Esok harinya, hari minggu, Fumiko dimakamkan. Seluruh penghuni sekolah datang ke pemakaman Fumiko. Tidak hanya Shiro, mereka semua juga kehilangan, kehilangan seorang anak paling jenius yang pernah mereka kenal.

Suasana duka menyelimuti hari itu, ditambah gerimis yang mengguyur sejak pagi. Seolah, langit ikut menangisi kepergian seorang Fumiko Ishida.

Semua orang sudah pulang, tinggal Shiro yang masih disitu, berjongkok disamping makam Fumiko. Tanpa payung, basah kuyup. Yui yang melihat Shiro, mendekati dan memegang payungnya diatas kepala Shiro.
“Yui?”
“Kau tidak boleh sakit. Jangan buat Fumiko-chan menyesal telah pergi meninggalkan kita..” kata Yui.
Shiro menatap Yui. Lalu ditatapnya makam Fumiko..

world is beautiful, even when they’re filled with sadness and tears..Right, Fumiko ?” kata Shiro mengulangi kalimat terakhir Fumiko.

Shiro berdiri, memegang tangan Yui dan menggandengnya.
“Ayo, pulang..” kata Shiro sambil tersenyum, dibalas dengan senyuman juga oleh Yui.


Hidup ini tidak pernah berhenti.
Akan selalu ada senyuman, meski kadang didahului oleh kesedihan..

Once Again After Crying..
Season 1, end.

No comments:

Post a Comment